Headline

Pelarian Kades Perreng berakhir di Balik Jeruji Besi


Tersangka AF(35) Kades Perreng diperiksa penyidik.

Tribratanewsbangkalan.com - Setelah sekian hari menghindar dari upaya penangkapan oleh penyidik Satreskrim Polres Bangkalan, akhirnya tersangka AF (35) Klebun (Kepala Desa) Perreng Kec. Burneh Kab. Bangkalan berhasil dibekuk setelah dilakukan pengintaian berhari-hari di rumahnya yang terletak di desa Perreng pada hari Selasa (7/2/2017) sekitar pukul 05.15 Wib.

Kades Perreng AF(35) ditangkap Satreskrim Polres Bangkalan
Sebelumnya petugas telah mendapatkan informasi bahwa tersangka AF sering pulang kerumahnya di Desa Perreng saat menjelang waktu Shubuh dengan didampingi oleh empat pemuda yakni Hadiri (35), Hasan (27) dan Muslim (34) selama pelariannya. Tanpa mengalami kesulitan rumah klebun diketuk dari luar, saat pintu dibuka beberapa petugas sat Reskrim Polres Bangkalan langsung menangkap tersangka AF yang sedang tidur langsung ditangkap tanpa perlawanan beserta tiga lelaki Hadiri, Hasan dan Muslim yang belum jelas peranannya.

4(empat) orang yang turut diamankan bersama tersangka AF (35).
Yang menarik dari penangkapan itu, kakek tersangka Kades Perreng atas nama H. Muhtar turut dibawa ke Polres Bangkalan dan diperiksa tentang peranannya dalam kasus yang dialami Kades Perreng Kec. Burneh, saat didatangi masih dalam proses pemeriksaan oleh penyidik.

Terkait dengan penemuan beberapa barang yang diduga sebagai peralatan saat penggerebekan sebelumnya, maka penyidik dibantu oleh Iptu H.Nurhasan Kaur Kesehatan melakukan tes urine terhadap tersangka/saksi yang diamankan. Namun sebagian diantaranya yakni Hadiri, Hasan dan Muslim ternyata urinenya dinyatakan positif mengandung narkoba. Itu berarti pemeriksaan akan mempertanyakan seputar narkoba yang pernah mereka konsumsi.

Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Anton Widodo, SH melalui Kasubbaghumas AKP Bidarudin, SH menjelaskan, "saat ini tersangka AF(35) masih diintrogasi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya atas laporan penganiayaan secara bersama-sama sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 KUH Pidana dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan, "tuturnya. (bid)




0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.