Giat Ops

Kapolres Bangkalan Minta Kasat Reskrim Dalami Kasus Musleh

Orasi dari salah satu aktifis Mahmudi. (bid)
Tribratanewsbangkalan.com - Kegiatan LSM Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan (AMP) melakukan aksi damai di depan Polres Bangkalan dengan misi Menagih Janji Kapolres Bangkalan dan Kapolda Jatim, terkait penanganan kasus pengeroyokan dan penganiayaan yang dialami oleh aktifis Musleh penggiat anti korupsi di Kabupaten Bangkalan pada hari Rabu (29/3/2017) pukul 10.00 Wib.

Kapolres Bangkalan berdialog dengan lima perwakilan massa pendemo. (bid)
Sebelumnya pihak koordinator aksi sdr. Musleh (081991214324) sudah mengirimkan surat pemberitahuan rencana kegiatan aksi damai dengan estimasi massa 50 orang dari Kec. Tragah dan Kec. Galis dengan menggunakan alat bantu mega phone, spanduk, karton, bendera, selebaran dll.

Orasi dari salah satu aktifis di jalan masuk Polres Bangkalan. (bid)
Secara bergantian para orator menyampaikan uneg-unegnya dengan bantuan megaphone menuntut agar Polres Bangkalan untuk mengungkap terkait beberapa kejadian tindak pidana kekerasan terhadap aktifis, yakni : pembacokan Fahrillah, pembacokan Mahmudi, pembacokan Muzaki, Pembacokan Musleh, penganiayaan wartawan Ghinan dan penembakan Mathur Khusaery.

Pasukan dalmas siaga membuat pagar betis. (bid)
Setelah diberi kesempatan untuk berdialog dengan Kapolkres Bangkalan AKBP Anissullah M.Ridha, SIK, SH, MH menerima lima orang perwakilan massa pendemo di ruang lobby Polres Bangkalan. Secara berturut-turut sdr. Mahmudi yang pernah menjadi korban pembacokan, menyampaikan maksud kedatangan massa pendemo, begitu juga Musleh dkk juga menyampaikan harapannya kepada Kapolres Bangkalan.

Menanggapi komentar dari lima perwakilan massa pendemo, Kapolres Bangkalan minta kepada Kasat Reskrim, "Sesuai rencana memang Musleh akan diundang untuk gelar perkara, tapi belum dijadwalkan, namun saya harap Kasat Reskrim ada komunikasi di luar forum ini, "pungkas Anis panggilan akrab Kapolres Bangkalan itu. (bid)



0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.