Sat Reskrim

Diduga Selewengkan Uang Nasabah, Bendahara PT MGJP Diamankan Polres Bangkalan

Tersangka ES (26) saat diamankan di Mapolres Bangkalan
Tribratanewsbangkalan.com – Polres Bangkalan amankan ES (26) Bendahara PT. Multi Graha Jaya Perkasa karena diduga menggelapkan dana nasabah sebesar kurang lebih Rp. 898.396.250 (delapan ratus sembilan puluh delapan juta tiga ratus sembilan puluh enam ribu dua ratus lima puluh rupiah), pada Sabtu (13/12/2017).

ES (26) wanita asal Perum Royal Garden Kelurahan Kemayoran Kecamatan Bangkalan harus mendekam dibalik jeruji besi  sejak 9 Desember 2017 setelah dilaporkan oleh Alexander Suwargo (62) Direktur PT. Multi Graha Jaya Perkasa karena menggelapkan uang konsumen.

Uang perusahaan senilai Rp. 898.396.250 ditemukan Alexander tidak masuk dalam keuangan kantor setelah melakukan audit keuangan atas pembayaran yang dilakukan oleh nasabah ke PT. Multi Graha Jaya Perkasa. Setelah dilakukan pengamatan kepada konsumen, diketahui bahwa konsumen telah menyerahkan uang muka, uang angsuran, uang booking kavling atas tanah dan sebidang rumah yang berada di Perum Royal Garden kepada tersangka ES (26).

Dari tangan tersangka, anggota mengamankan barang bukti berupa 45 lembar arsip kwitansi PT. Graha Jaya Perkasa, 7 lembar kwitansi atas nama Randy Pratama Putra (nasabah), 6 lembar kwitansi atas nama Azimar (nasabah), 2 lembar kwitansi atas nama Dinda Citra Permadi (nasabah), 5 lembar kwitansi atas nama Miftahul Jannah (nasabah), 5 lembar kwitansi atas nama Trisna Mayang Sari (nasabah) dan 1 lembar kwitansi atas nama Dewi mulya Agustina (nasabah).

Saat dikonfirmasi, yang bersangkutan menepis semua tuduhan yang diarahkan atasannya (Pak Alexander), karena dirinya sudah memberikan semua uang nasabah ke Direktur PT. Multi Graha Jaya Perkasa tersebut tapi yang bersangkutan tidak menyertakan bukti setor.

Kasat Reskrim AKP Jeni Al Jauza, S.H., melalui Kasubbag Humas Polres Bangkalan AKP Bidarudin, S.H., mengatakan “Tersangka ES (26) saat ini diamankan di Mapolres Bangkalan dan karena ulahnya tidak menulis menulis uang yang diterimanya pada laporan keuangan, sehingga  terhadap tersangka dapat diduga melanggar pasal 374 KUHP tentang Penggelapan dalam Jabatan dengan ancaman pidana kurungan penjara paling lama 5 (lima) tahun.” Terangnya. (Fir)


0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.