Satreskrim

Satreskrim Polres Bangkalan Tangkap Lagi Kades Perreng

Terpidana Ahmad Fauzi segera dibawa ke Kejaksaan Negeri Bangkalan.
Tribratanewsbangkalan.com - Menanggapi permintaan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kabupaten Bangkalan, Unit Opsnal Polres Bangkalan telah menangkap Napi atas nama Ahmad Fauzi, Kepala Desa Perreng Kec. Burne Bangkalan untuk menjalani sisa hukuman setelah adanya putusan Kasasi.

Dengan berbekalkan Surat Kajari Bangkalan nomor B.79/0.5.37/Euh.2/01/2018 tanggal 10 Januari 2018 perihal bantuan penangkapan dan pelaksanaan eksekusi terpidana atas nama Ahmad Fauzi. Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Jeni Aljauza, SH, MH memerintahkan unit Operasional Satreskrim untuk melakukan penangkapan.

Setelah dilakukan pembuntutan dipastikan posisi mobil yang dikendarai terpidana Ahmad Fauzi akan melintas Traffic Light Simpang tiga Junok, Tanpa kesulitan sebuah kendaraan yang dipastikan didalamnya adalah terpidana Ahmad Fauzi (35) langsung diamankan dan dibawa ke Polres Bangkalan, pada Jum'at (12/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Jaksa Penuntut Umum yang pernah menangani kasus penganiayaan yang dilakukan oleh  terpidana Ahmad Fauzi, maka Hendra Purwanto Arifin selaku Kasi Pidana Khusus Kejari Bangkalan menandatangani Berita Acara Penyerahan terpidana Ahamad Fauzi untuk menjalani sisa hukumannya.

Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Jeni Aljauza, SH, MH menjelaskan bahwa terpidana Ahmad Fauzi oleh Pengadilan Negeri Bangkalan sudah divonis namun menyatatakan banding hingga Kasasi dan hasilnya menguatkan putusan PN Bangkalan.

Sebelum Putusan Kasasi turun, ternyata terpidana Ahmad Fauzi sudah dikeluarkan dari Lapas Bangkalan. Oleh karena itu maka untuk menjalani putusan Kasasi, maka sudah benar jika Kejari Bangkalan minta bantuan pada Polres Bangkalan unbtuk menangkap terpidana Ahmad Fauzi.

Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M.Ridha, SIK, SH, MH  mengatakan bahwa, "Reaksi cepat dari Unit Opsnal Satreskrim merupakan bagian dari penjabaran Tagline Polisi Penolong Polres Bangkalan yang Tegas Sopan Santun dan Bermartabat, "tegasnya. (bid)


0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.