Polres Bangkalan

Culik Anak, Penjual Pentol Digelandang Sat Reskrim Polres Bangkalan



Tribratanewsbangkalan.com -  Mengaku menyesal karena dengan spontanitas membawa lari RNR (7) korban penculikan asal Jalan Trunojoyo Kelurahan Pejagan Kabupaten Bangkalan, DP (34) diringkus Sat Reskrim Polres Bangkalan, Selasa (10/04/2018) sekitar pukul 17.30 Wib.


Kejadian bermula saat korban meminta uang kepada orang tuanya sebanyak Rp. 2.000,- (dua ribu rupiah) untuk membeli telur gelung sendiri. Karena telur gulung yang dimaksud tidak ada, kemudian korban beralih ke pentol goreng Bang Jon milik DP di Jalan Kapten Syafiri Kelurahan Pejagan Kabupaten Bangkalan.

Saat korban memberikan uang kepada DP untuk membayar pentol goreng, pelaku mengambilnya tanpa memberikan pentol goreng yang dimaksud. Sambil lalu DP membujuk korban dengan dalih mengantarkan korban kerumahnya dan korban akan diberikan uang.

Korban sempat menolak ajakan DP, namun karena DP memaksa korban dengan menaikkan korban ke motornya yang diapit DP dan gerobak pentolnya korban pun tidak bisa mengelak ditambah lagi kaki kiri korban diduduki oleh DP.

Pemberontakan korban kemudian membuahkan hasil setelah DP tidak bisa mengendalikan motornya yang terjungkal di depan Toko Bandung. DP pun kemudian digelandang warga ke rumah dinas (Rumdis) Kapolres Bangkalan.

Selanjutnya DP diamankan anggota Sat Reskrim Polres Bangkalan beserta barang bukti berupa  satu (1) unit sepeda motor merk Yamaha Vega nopol L 3726 PF, satu (1) buah gerobak dan pakaian dress pendek warna pink milik korban.

Kasat Reskrim Polres Bangkalan AKP Jeni Al Jauza, M.H., melalui Kasubbag Humas Polres Bangkalan AKP Bidarudin, S.H., membenarkan tentang adanya penangkapan terhadap tersangka DP

AKP Jeni menambahkan “Saat ini tersangka diamankan di Mapolres Bangkalan untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut dan terhadap tersangka penyidik menerapkan pasal 83 Jo pasal 76 f UU No 35 tahun 2014 perubahan atas UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana  paling lama lima belas tahun kurungan penjara dan denda paling banyak tiga ratus juta rupiah (Rp. 300.000.000,-),”. (Fir/Eko)

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.