Sat Reskrim

Setubuhi Anak Dibawah Umur, Pemuda Asal Desa Baipajung Digelandang Polisi

Tersangka MD (15) saat diamankan oleh anggota gabungan dari unit PPA Polres Bangkalan dan unit Reskrim Polsek Tragah

Tribratanewsbangkalan.com – Setubuhi anak berusia enam tahun, MD (15) remaja asal Dusun Jipen Desa Baipajung Kecamatan Tanah Merah diringkus Unit Perlindungan  Perempuan dan Anak Polres Bangkalan, Kamis (12/04/2018).

SM (6) yang masih dibawah umur kehilangan kehormatannya setelah tiga orang pemuda menyetubuhi SM secara bergantian. Kronologi kejadian bermula pada Minggu (31/12/2017) sekitar pukul 19.30 Wib saat MD menjemput SM dengan dalih untuk membeli bakso.

Ajakan MD diindahkan oleh SM dan Ibunya. Setelah dapat ijin, MD pun mengajak korban namun bukan untuk membeli bakso melainkan SM dibawa kerumah MD. Selanjutnya MD menelpon teman-temannya yakni FD (20) dan HL (21) yang keduanya berasal dari  Kampung Jipen Desa Bajeman Kecamatan Tragah.

Selanjutnya MD mengajak SM ke area pemakaman umu Desa Bajeman Kecamatan Tragah. SM yang sempat melepaskan tangan MD tidak bisa berbuat banyak setelah MD memeganginya kembali dengan dibantu teman MD yakni FD dan HL.

SM kemudian diangkat oleh MD, FD dan HL sejauh 10 meter di belakang area pemakaman di Desa Bajeman kemudian korban ditelentangkan selanjutnya ketiga pelaku melampiaskan nafsu bejatnya secara bergantian.

Berbekal dari laporan pihak korban yang dilengkapi barang bukti berupa baju korban yang digunaan saat kejadian serta hasil Visum et Repertum, selanjutnya anggota Unit PPA menangkap MD pada Kamis (12/04/2018) sekitar pukul 00.00 Wib setelah sebelumnya sempat menyembunyikan diri dari pengejaran polisi.

Melalui Kasubbag Humas Polres Bangkalan AKP Bidarudin, S.H., Kasat Reskrim AKP Jeni Al Jauza, M.H.,  membenarkan tentang adanya penangkapan terhadap tersangka MD pada Kamis (12/04/2018) sekitar pukul 00.00 Wib yang saat itu tersangka ada di teras salah satu rumah di Desa Bajeman Kecamatan Tragah.

AKP Jeni menambahkan “Saat ini tersangka MD diamankan di Mapolres Bangkalan untuk penyidikan lebih lanjut dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka dijerat pasal 81 (1) Jo 76 d UU No. 35 tahun 2014 tentang perubahan UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.” (Fir/Eko)


0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.