Giat Ops

Jelang Pemilu 2019, Akses Bukit Jaddih Diperketat Aparat Kepolisian Bangkalan

(Jelang Pemilu 2019, Akses Bukit Jaddih Diperketat Aparat Kepolisian Bangkalan)
Tribratanewsbangkalan.com - Gangguan kamtibmas yang meresahkan senantiasa menjadi gunjingan masyarakat khususnya para netizen, misalnya terjadnya kasus yang diduga sebagai kasus begal di Desa Jaddih Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan. Sehingga peristiwa tersebut menarik perhatian aparat Kepolisian untuk mendalaminya.

Terlepas dari berbagai komentar miring mengenai kasus pembegalan di wilayah bukit Jaddih dan sekitarnya, netizen berkomentar di media sosial dan mengulas akar masalahnya sehingga peristiwa serupa terus saja terjadi hingga kasus demi kasus serupa terulang dan seolah menjadi santapan empuk aksi pelaku kejahatan. 

Dalam suatu kesempatan Kapolres Bangkalan AKBP Boby Pa'ludin Tambunan, S.I.K., M.H. menjelaskan bahwa terjadinya kasus begal dapat saja dipicu antara lain oleh lapangan pekerjaan yang minim sehingga angka pengangguran relatif tinggi, jalan aspal yang mulus dan sepi pemukiman sehingga pelaku dapat bergerak cepat, dampak peredaran narkoba, kurangnya penerangan di malam hari, terbatasnya jumlah personil dan pos polisi, partisipasi dan kesadaran masyarakat yang kurang dalam mengantisipasi gangguan kamtibmas.

Salah satu Commander Wish (keinginan pimpinan) Kapolri adalah menekan gangguan kejahatan jalanan yang kemudian dijabarkan oleh Kapolres Bangkalan dengan membentuk Tim Anti Begal yang beranggotakan unit Opsnal Satreskrim Polres Bangkalan. Bahkan untuk mengantisipasi terjadinya begal, secara rutin dilakukan razia setiap hari di jalur rawan. Begitu pula peleton siaga juga diprioritaskan melakukan patroli skala besar ke arah Socah atau Kamal dan sekitarnya.

Kapolres Bangkalan melalui Paur Subbag Humas Polres Bangkalan Bripka Eko Ferry Ismidawanto yang mewakili Kasubbag Humas Polres Bangkalan AKP Lilik Wijayati menjelaskan bahwa, "pelaksanaan razia cipta kondisi terus dilakukan setiap hari baik siang maupun malam untuk menjaga stabilitas kamtibmas menjelang pemilu serentak tahun 2019 mendatang." (Duwi/Eko) 

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.