Headline

Dukun Palsu dengan Omset Ratusan Juta, Digelandang Satreskrim Polres Bangkalan

(Dukun Palsu dengan Omset Ratusan Juta, Digelandang Satreskrim Polres Bangkalan)
Tribratanewsbangkalan.com -  Keinginan untuk menjadi jutawan dalam waktu yang cukup singkat, rupanya membuat Yuli Astutik seorang warga dusun Maaden desa, Bator Kecamatan Klampis, kabupaten Bangkalan tersebut harus menderita kerugian sebesar 740 juta. Yuli Astutik yang merupakan seorang PNS di Kecamatan Klampis tersebut menyerahkan uang kepada tersangka dengan inisial NS (43 tahun) dengan modus uang akan dilipatgandakan hingga ratusan juta rupiah. 

NS yang merupakan warga dusun Tanjung Putih, desa Prancak, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan tersebut berhasil dibekuk oleh Satreskrim Polres Bangkalan bekerja sama dengan unit Reskrim Polsek Klampis pada Senin pekan lalu, (28 Januari 2019) sekitar pukul 12.00 WIB. Kasus ini bermula dari laporan Yuli yang mengaku bahwa telah mengenal tersangka semenjak medio 2013 silam. Dari perkenalan tersebut, NS memberitahu Yuli jika dia memiliki kenalan seorang dukun dari Kalimantan yang bernama Dukun Dayak Iban. NS juga membeberkan jika Dukun yang dari Kalimantan tersebut merupakan dukun sakti yang bisa mendatangkan rejeki. 

Tergiur dengan penjelasan dari tersangka, Yuli lantas memberikan sejumlah uang kepada NS. Bermula dari 6 juta rupiah sebagai tanda mahar di awal, lalu kemudian korban ditawari alat minangan yang diduga menjadi alat untuk menipu korban. Tertarik dengan alat minangan tersebut, Yuli lantas menebus minangan tersebut dengan sejumlah uang. Kejadian ini pun berlanjut hingga korban menggelontorkan uangnya setiap 3 bulan sekali mulai dari 5 hingga angka 7 juta rupiah dengan alasan sebagai memperbaharui mantra. Tak hanya minangan, keris dan batu akik pun harus disempu setiap 3 bulan dengan mahar rupiah yang tidak sedikit. Dari penipuan ini, Yuli menderita kerugian sebesar 70 juta rupiah.

Tidak berhenti sampai disitu saja, NS juga menipu korban yang iming-iming hutang dengan bunga hingga menderita 20 juta rupiah. Menyadari bahwa korban telah masuk dalam perangkapnya, NS mengajak Yuli untuk ikut dengannya mengikuti kegiatan ritual pesugihan. Dan lagi-lagi, 100 juta rupiah pun melayang akibat pesugihan ini. NS pun terus menipu korban hingga akhir 2018 silam. 

Diakui oleh Yuli, selama kurun waktu 5 tahun memberikan segolontoran uang kepada NS, korban pun memiliki hutang di bank, koperasi hingga perhiasan pun dijual demi memenuhi hasratnya untuk menjadi kaya dalam waktu yang singkat. Kepada penyidik Satreskrim Polres Bangkalan, tersangka NS mengaku bahwa dukun Dayak Iban yang ia sampaikan kepada Yuli Astutik adalah fiktif. Ia hanya menyuruh seseorang untuk berperan sebagai dukun Dayak Iban dan ia menggunakan uang dari Yuli Astutik itu untuk membayar hutang di koperasi dan di bank. Akibat penipuan tersebut Yuli Astutik mengalami kerugian total senilai Rp. 740 Juta. 

Atas perbuatannya itulah, NS pun kini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dibalik jeruji besi. Saat penggerebekan berlangsung, Polisi menyita sejumlah barang bukti dari tangan tersangka diantaranya 1 lembar struck transfer bank BNI, 1 Set minangan terbuat dari kuningan, 1 buah keris terbuat dari kuningan, 1 buah bandul kalung batu akik, 1 buah amplop isi uang Rp 50 ribu rupiah, 1 bendel rekening koran bank BNI an. Yuli Astutik dan 1 buah buku tabungan Bank BCA an. Nasurah. 

Kapolres Bangkalan yakni AKBP Boby Pa'ludin Tambunan, S.I.K., M.H. membenarkan bahwa NS telah menipu korban hingga ratusan juta rupiah. Mantan Kasubdit III Jatanras Polda Jatim tersebut menjelaskan bahwa sejauh ini, kepolisian Resort Bangkalan telah mengamankan sejumlah barang bukti dan mensterilkan TKP untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Kami masih mendalami kasus ini. Apakah ada korban lain atau tidak masih dalam proses pemeriksaan pihak berwajib. Tapi sejauh pengakuan tersangka, NS telah melakukan penipuan ini semenjak tahun 2013. Untuk jeratan hukum, tersangka kami jerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan,"tutur perwira yang pernah menjabat sebagai Kasubdit Gakkum Polairud Polda Jatim tersebut saat dimintai keterangan oleh awak media pagi hari ini, Sabtu (02/02/2019). (Duwi).

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.