giat ops.Headline

Surat Terbuka Asal UTM Viral, Kapolres Bangkalan Beberkan Sejumlah Rekor Pencapaiannya Berangus Begal

(Surat Terbuka Asal UTM Viral, Kapolres Bangkalan Beberkan Sejumlah Rekor Pencapaiannya Berangus Begal)
Tribratanewsbangkalan.com - Viralnya surat terbuka mahasiswa UTM terkait kembali maraknya aksi begal di sisi timur UTM yang ditujukan kepada Kapolda Jatim akhir-akhir ini, membuat jajaran Kepolisian Resort Bangkalan merilis klarifikasi perihal aksi begal yang kini kembali terjadi.

Pada hari ini, Sabtu (29/06/2019) sekitar pukul 10.45 WIB di Lobby Mapolres, Kapolres Bangkalan AKBP Boby Pa'ludin Tambunan S.I.K., M.H. bersama dengan Agung Ali Fahmi yang merupakan Wakil Rektor III, mantan Kasubdit III Jatanras Direskrimum Polda Jatim membeberkan sejumlah pretasinya menahkodai Polres Bangkalan sejak Maret 2018.

Dari belasan kasus begal pada tahun 2015, menurun signifikan sebanyak 75 persen dan hanya menjadi 4 kasus pada 2018 kemarin. Dan hingga pertengahan tahun 2019 kasus begal di Bangkalan sebanyak 2 kasus. Dan yang terbaru, sejak setahun terakhir yakni medio Mei 2018 hingga medio Mei akhir 2019, AKBP Boby menjelaskan jika tak ada satupun aksi begal di kabupaten Bangkalan khususnya di sisi timur Kampus UTM.

"5 tahun terakhir, aksi begal di kampus UTM khususnya menurun drastis. Dan alhamdulillah, Mei 2018 hingga medio Mei akhir 2019,kita semua sama-sama tahu jika tak ada satupun aksi begal di kabupaten Bangkalan khususnya di sisi timur Kampus UTM. Ini menunjukkan komitmen kami terhadap aksi begal akan terus kami tingkatkan. Semua demi keamanan masyarakat,"ujar pria kelahiran 26 Oktober tersebut.

“Saat ini kami telah memiliki tim khusus mulai dari anggota reskrim, intel, dan polsek untuk upaya pencegahan dan memburu pelaku begal. Tidak hanya itu saja, pos-pos yang ada juga diaktifkan selama 24 jam, kami juga tingkatkan patroli setiap hari. Di titik rawan, kami tempatkan personil lebih dengan persenjataan lengkap,” ucapnya saat ditemui di Mapolres Bangkalan (29/6/2019).

Ia menambahkan, perlu adanya upaya duduk bersama seluruh stakeholder terutama tokoh masyarakat di sekitar UTM, pihak kampus UTM serta mahasiswa. Hal ini diperlukan agar solusi pemberantasan begal dapat dilakukan bersama.

“Kami telah bekerja maksimal, sangat naif sekali jika tidak ada kejahatan di muka bumi ini. Untuk itu, mari bantu kami memberantas. Mari saling peduli, saling berbagi informasi. Saya buka komunikasi dengan seluruh masyarakat. Semua ini demi keamanan kita bersama,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan telah bertindak tegas dalam memberantas begal. Terbukti, telah ada 3 pelaku yang ditembak mati. Saat ini, polisi sedang memburu para pelaku begal dan telah mengantongi nama pelaku. "Terakhir, sama-sama kita ketahui DPO begal asal Socah berinisial R yang telah kita tembak mati, merupakan komitmen kami bahwa pelaku begal dimanapun selama di wilayah hukum Polres Bangkalan tembak mati telah kami berlakukan dan kami terapkan,"tegasnya. (Duwi)

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.