giat ops.Headline

Beredarnya Pemberitaan Salah Tangkap, Kasatreskrim Polres Bangkalan Gelar Klarifikasi

(Beredarnya Pemberitaan Salah Tangkap, Kasatreskrim Polres Bangkalan Gelar Klarifikasi)
Tribratanewsbangkalan.com - Beberapa hari terakhir, masyarakat Bangkalan dihebohkan oleh pemberitaan perihal salah tangkap tersangka begal. Korban salah tangkap itu dialami oleh M. Hafi (49) seorang warga Junganyar, kecamatan Socah, Bangkalan.

Tak ingin menjurus ke hal-hal yang negatif dan bisa berdampak buruk terhadap kondisi di kabupaten Bangkalan, pada hari ini Rabu (03/07/2019) sekitar pukul 14.15 WIB di lobby Satreskrim Polres Bangkalan, Kasatreskrim AKP David Manurung, S.E., S.I.K. didampingi dengan Kasubbag Humas Polres Bangkalan Iptu Suyitno, S.H., M.H., Perwakilan tokoh masyarakat yakni Fathorrosi, wakil ketua komisi A DPRD Kabupaten Bangkalan dan adik dari M. Hafi yakni Ibu Rofiah juga turut hadir memberikan keterangan.

"Sekarang. Saya ingin memberikan klarifikasi yang beredar di media bahwa Polres Bangkalan salah menangkap tersangka begal dan pria yang diamankan dipaksa untuk mengaku tersangka kasus begal di wilayah UTM itu adalah berita tidak benar. yang benar M. Hafi memang kami amankan untuk proses pemeriksaan. Dan saat ini, sudah kami kembalikan kepada pihak keluarga,"jelas AKP David kepada media. Orang nomor satu di Satreskrim Polres Bangkalan tersebut juga mempersilahkan pihak keluarga untuk memberikan klarifikasi.

"Pemberitaan yang menyebut bahwa kakak saya merupakan tersangka kasus begal dan Polres melakukan salah tangkap itu adalah berita tidak benar. Yang benar kakak saya (M. Hafi, red.) diperiksa oleh Satreskrim Polres Bangkalan sebagai saksi untuk keperluan kepolisian dan tidak ditahan. Berita yang beredar bahwa kakak saya disetrum dan dipukul itu bohong. Kami pihak keluarga berharap dengan adanya klarifikasi ini, tidak ada lagi pemberitaan perihal salah tangkap,"jelas Rofiah, yang merupakan adik kandung dari M. Hafi. 

"Semoga dengan berita ini, teman-teman media mampu menyaring dengan baik mana fakta dan yang bukan fakta. Kami tegaskan kembali, M. Hafi kami periksa sebagai saksi dan saat ini sudah bersama dengan keluarga,"tegas AKP David.

Wakil Ketua Komisi A DPRD Bangkalan, Fathorrosi juga berharap masyarakat Bangkalan tidak mudah terpicu isu berita bohong yang belum tentu kebenarannya. "Bagi masyarakat Bangkalan, saya harap tetap waspada dengan berita yang tidak benar. Jangan mudah percaya sebelum mengetahui duduk perkara yang sebenarnya. Semoga dengan pemberitaan salah tangkap ini, kita bisa memetik hikmah untuk tidak menghakimi terlebih dahulu informasi yang kita terima sebelum tahu informasi yang berasal dari sumbernya,"tambah Fathorrosi seperti dikutip oleh tribratanewsbangkalan.com di lobby Satreskrim Mapolres Bangkalan. (Duwi)

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.