Polsek Socah

Santer Aksi Jihad, Kapolsek Socah : Menyemai Ide Melalui Deradikalisasi

(Santer Aksi Jihad, Kapolsek Socah : Menyemai Ide Melalui Deradikalisasi)
Tribratanewsbangkalan.com -  Ledakan bom bunuh diri sempat menggetarkan Kartasura, daerah Sukoharjo, beberapa saat lalu. Psikologi publik tampak dibuat riuh. Bayangkan, Idul Fitri 1440 H hanya dalam hitungan hari, ketakutan nostalgik tentang teror menggema tiba-tiba. Insiden di dekat Pospam Polres Sukoharjo itu didasari atau tidak, memantik pengalaman historis tentang teror dan Solo.

Seiring dengan kian lemahnya posisi Al-Qaedah, arah terorisme global mengalami perubahan signifikan. Tepat pada titimangsa itulah, ISIS (Islamic State Iraq and Syiriah) menunjukkan justrungnya dengan mengubah pola, jaringan, dan kekuatan terorisme global.

Sementara itu, kekuatan Jamaah Islamiah (JI) juga terus memudar. Faktor penyababnya ialah perpecahan internal dan kian gencarnya upaya preventif Densus 88 menggulung jaringan ini. Meski begitu, di sisi lain, kelompok-kelompok teroris sempalan JI di Solo masih tetap tumbuh, di antaranya Kelompok Farhan (Abu Musab Al Zarqawi Al Indonesiy), Kelompok Thariq (Al Qaedah Al Indonesiy), dan Kelompok Abu Hanifah (Halaqah Sunni untuk Masyarakat Indonesia).

Tak tanggung tanggung, Kepolisian pun menjadi korban sasaran. Oleh karena itulah, Kapolsek Socah AKP Hartanta, S.H. pada hari ini Senin (01/07/2019) sekitar pukul 20.30 WIB saat melakukan ronda malam mengajak masyarakat untuk tetap berpegang teguh pada azas Pancasila. "Radikalisme hanya akan datang pada mereka yang tidak berpegang teguh pada kesatuan. Masyarakat bahwa harus diberi pemahaman tentang betapa pentingnya menjaga perdamaian dan merawat tali persaudaraan. Ini adalah langkah untuk membendung upaya radikalisme kelompok-kelompok teroris,"ujar AKP Hartanta saat ditemui saat melakukan pos ronda guna mencegah aksi Radikalisme berkembang luas di kecamatan Socah dan Kabupaten Bangkalan. (Duwi)

0 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.