Header Ads

Tak Pakai Masker Saat Beraktivitas, Polres Bangkalan dan Satgas Inpres Denda Masyarakat Rp 50 Ribu


Polres Bangkalan, Kepolisian Resor Bangkalan terus melakukan berbagai macam kegiatan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19. Setelah melakukan razia INPRES No. 6 tahun 2020, kini tindakan tegas dan disiplin pun diambil oleh penegak hukum guna memberikan efek jera kepada masyarakat. 

Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, TNI-Polri bersama Satpol PP Bangkalan melaksanakan kegiatan OPS Yustisi bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan terkait Inpres No.6 tahun 2020, di depan kantor pajak Pratama Jl. Soekarno Hatta, Kec./Kab. Bangkalan, pada hari ini Rabu (16/09/2020). 

Dalam kegiatan itu dihadiri Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., bersama Dandim 0829 Kab. Bangkalan Letkol Kav. Ari Setyawan Wibowo, S.Sos., diikuti Pejabat Utama (PJU) Polres Bangkalan, Anggota Kodim 0829 Bangkalan dan Satpol-PP Bangkalan. Diawali dengan Apel gabungan di halaman Stadion gelora Bangkalan yang dipimpin oleh Kasubagbin Ops Polres Bangkalan AKP. Rivai.

Terbukti sebanyak 20 pelanggar yang terjaring dalam OPS Yustisi langsung ditindak, 9 orang diberi sangsi sosial dan 11 orang didenda sebesar Rp.50 ribu rupiah. Tindakan tersebut untuk memberi efek jera kepada warga masyarakat agar sadar untuk memakai masker.

Ditempat yang sama saat dihubungi oleh awak media Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., menyampaikan, pihaknya juga akan terus melaksanakan OPS Yustisi di sejumlah pusat keramaian yang ada di Kab. Bangkalan.

"Di sepanjang Jl. Soekarno Hatta kami laksanakan kegiatan stationer, kegiatan ini ada juga tim yang melaksanakan secara mobile. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan baik masyarakat pendatang maupun masyarakat asli Madura," ujar Alumnus Akpol 2001 itu. "Kami ingin masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan yang ada dan tetap memakai masker saat beraktivitas. Ini semua demi kebaikan bersama. Kita cegah covid-19 ini bersama-sama," tandas perwira kelahiran Sidoarjo tersebut ketika ditemui saat penindakan Operasi Yustisi siang hari ini. (Duwi) 

Diberdayakan oleh Blogger.