Akhir Tahun 2020, Polres Bangkalan Gelar Anev Kamtibmas Ungkap Bermacam Kasus Kejahatan

 
Polres Bangkalan, Akhir tahun 2020 dilakukan Polres Bangkalan dengan melakukan Anev Kamtibmas di halaman Mapolres, Kamis (31/12/2020). Anev Kamtibmas yang digelar ini pun mengungkap berbagai macam kasus kejahatan yang berhasil diungkap oleh jajaran Polres Bangkalan selama tahun 2020. Meski dilewati dengan tahun berat akibat pandemi covid-19 yang belum juga usai, Polres Bangkalan tetap menunjukkan tajinya sebagai aparat penegak hukum yang akan selalu memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat di kabupaten Bangkalan. 

Secara kuantitatif, kasus tindak pidana kriminalitas di Kabupaten Bangkalan sepanjang 2020 mengalami peningkatan cukup signifikan dibanding 2019.  Di sisi lain, angka kasus narkoba malah kebalikannya. Yakni menurun cukup drastis.

Penegasan itu dipaparkan Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto S.I.K., dalam rilis analisa dan evaluasi (anev) kamtibmas akhir tahun, Kamis sore kemarin (31/12/2020). Di hadapan wartawan, Didik, sapaan akrab Kapolres, menjelaskan jumlah total ungkap kasus tindak pidana kejahatan sepanjang 2020 mencapai 496 kasus. "Data ini mengalami peningkatan 108 kasus atau 27,8 persen dibanding 2019 sebanyak 263 kasus," tandas Didik.

Meski begitu, data penyelesaian tindak pidana tahun 2020, menurut Pamen Polri kelahiran Bojonegoro, itu mengalami kenaikan 92 kasus atau 34,9 persen dibanding 2019. Atau total penyelesaian perkara di tahun 2020 mencapai 71 persen, sedangkan di 2019 terdata 67 persen.

Dari total 496 kasus tindak kriminalitas di sepanjang 2020, aksi 4C masih menonjol atau mendominasi dibanding 12 jenis tindak pidana lainnya. Terbukti, total tindak pidana 4C mencapai 287 kasus, dengan rincian curanmor 126 kasus, curat 103 kasus, curbis 30 kasus, dan curas 28 kasus.

Sedangkan 209 kasus sisanya tersebar pda 12 jenis tindak kejahatan lainnya. Yakni penghaniayaan 36 kasus, tipu gelap 44 kasus, perlindungan anak 18 kasus, penggelapan 16 kasus, sajam 13 kasus, KDRT 10 kasus, perkosaan/cabul 8 kasus, permainan judi 9 kasus, pembunuhan 7 kasus, curwan 7 kasus, pengeroyokan 8 kasus, serta tidak kejahatan lain-lain 34 kasus.

Jadi jika digeneralisasikan tindak kriminaltas 4C jauh lebih mendominir dibanding 12 kasus kejahatan lainnya. "Terutama yang paling menonjol curannmor dan curat yang mencapai 126 dan 103 kasus," papar AKBP Didik di hadapan awak media.

Di lain pihak, grafik angka penyalah gunaan narkoba justru kebalikannya. Yakni menurun cukup signifikan. Di sepanjang 2020 data ungkap kasus narkoba mencapai 122 kasus dengan 160 tersangka, sedangkan tahun 2019 tercatat 211 kasus dengan 297 tersangka. Atau baik data kasus maupun tersangka yang terjaring turun 57,82 dan 53,87 persen.

Begitu juga volume barang bukti (BB) sitaan petugas menurun. Untuk BB narkoba jenis sabu sitaan pada 2020 mencapai 2.285,92 gram dan ekstasi 6 butir, sedangkan tahun sebelumnya 714,23 gram dan 4 butir. "Jadi untuk dua jenis BB ini juga turun 320,05 persen dan 33,33 persen," pungkas AKBP Didik Hariyanto.

AKBP Didik juga menegaskan jika tahun 2021 akan terus memberantas berbagai macam aksi kejahatan di bumi dzikir dan sholawat. "Kami akan lakukan pemburuan dan pengejaran terhadap pelaku kriminal baik bandar narkoba dan pelaku 3C. Kami tidak akan membiarkan mereka menghirup udara bebas dan tetap meresahkan masyarakat. Pemburuan kami akan terus berlanjut," tutup Alumnus Akpol tahun 1999 tersebut dengan nada tegas. (Duwi)

Postingan populer dari blog ini

Unit Reskrim Polsek Konang, amankan pengendara motor yang kedapatan membawa narkoba.

Polisi Peduli, Anggota Polsek Burneh Polres Bangkalan Serahkan Anak Terlantar Kepada Dinas Sosial Jum'at Siang

Maklumat Kapolri Sudah Disebar di Berbagai Titik, Polres Bangkalan Tidak Terbitkan Ijin Keramaian