Kasatbinmas Polres Bangkalan Hadiri Musrembang Tingkat Kecamatan Bangkalan. Berikut Yang Dibahas

 


Polres Bangkalan, Kamis (11/02) Bupati Bangkalan R.Abdul Latif Amin Imron memimpin sekaligus membuka secara langsung pelaksanaan Musrembang tingkat Kecamatan Bangkalan dalam rangka penyusunan RKPD tahun 2022. 
 
Acara musrembang yang ditujukan untuk menghimpun berbagai usulan pembangunan tingkat Kecamatan Bangkalan tersebut dilaksanakan di Kantor Kecamatan Bangkalan, yang turut dihadiri dari Muspika Kec Bangkalan, lurah dan Kades Se Kec Bangkalan, Kapuskesmas Kec Bangkalan, Toga, Tomas, Toda, ibu PKK kec Bangkalan, dan Undangan sebanyak 30 orang.
 
Dalam laporannya, Camat Bangkalan Cici Farida SE,MM, mengatakan sebelum dilaksanakan Musrembang tingkat Kecamatan, pada bulan November telah dilaksanakan musrembang tingkat desa dan kelurahan. 
 
"Tujuannya yakni untuk menampung berbagai usulan pembangunan dan menentukan skala prioritasnya untuk kemudian kembaki dimusyarawarahkan di tingkat kecamatan," ujarnya.
 
Sedangkan Ra Latif dalam pengarahannya menjelaskan tentang Pengajuaan Kegiatan untuk th 2022 pada masing-masing Desa/Kelurahan pada Kec Bangkalan, agar diprioritaskan pada hal-hal yang bersifat Pelayanan masyarakat atau sarpras yang mendukung pembangunan Kewilayahan.
 
 
Ditambah lagi, Kasat Binmas IPTU Suyitno, S.H., M.H. juga menjelaskan tentang PPKM berbasis mikro (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang diterapkan pemerintah pada 9-22 Februari 2021 yang telah diterbitkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, melalui Instruksi Mendagri Nomor 3 Tahun 2021 terkait penanganan (Covid-19), dimana yang harus:
a. Membatasi tempat kerja/perkantoran dengan menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 50% dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat.

b. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring/online.

c. Bagi sektor esensial dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu, kebutuhan sehari-hari yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat tetap dapat beroperasi 100% dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Sektor esensial meliputi seperti kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, perbankan, sistem pembayaran, pasar modal, logistik, perhotelan, konstruksi, industri strategis, pelayanan dasar, utilitas publik.

d. Melakukan pengaturan pemberlakuan pembatasan:

1. Kegiatan restoran baik makan/minum di tempat sebesar 50% dan untuk layanan melalui pesan-antar/dibawa pulang tetap diizinkan sesuai dengan jam operasional restoran dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

2. Pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan/mal sampai dengan pukul 21.00 dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

e. Mengizinkan kegiatan konstruksi beroperasi 100% dengan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

f. Tempat ibadah diizinkan untuk tetap beroperasi dengan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen dan penerapan protokol kesehatan yang lebih ketat.

g. Kegiatan fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya yang dapat menimbulkan kerumunan, dihentikan sementara.

h. Dilakukan pengaturan kapasitas dan jam operasional transportasi umum.

 

(Tan)

Postingan populer dari blog ini

Polres Bangkalan Terapkan Kawasan Dilarang Merokok

Polsek Klampis Amankan Wanita Pencuri Puluhan Gram Emas

Kapolsek Kamal Polres Bangkalan Cek kesiapan Anggotanya malam hari ini.